Ujoh Bilang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), pihak Rumah sakit Gerbang Sehat Mahulu (GSM), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PUPR, membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe C dan Persoalan kesiapan lahan. RDP berlangsung di Ruang Cafetaria Sekretariat DPRD, pada, Senin (01/09/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Mahulu Hendrikus Keling, S.E menegaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Tipe C tidak bisa dipaksakan apabila kondisi lahan belum siap secara teknis. Ia menyebutkan, hasil kajian telah menunjukkan bahwa pembangunan akan bermasalah jika dipaksakan.
“dalam kajian yang dilakukan, walaupun kita kerjakan tahun ini, tahun depan tetap tidak bisa dibangun. Kondisinya tidak memungkinkan, sehingga kami ingin membicarakan ulang. Komisi III bersama dinkes dan rumah sakit perlu menjadwalkan pertemuan dengan kementerian kesehatan, untuk meminta agar pembangunan diundur ke tahun 2027,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan faktor geografis lahan. Walau terlihat datar, lahan tetap perlu dilakukan penimbunan agar aman menopang bangunan bertingkat.
“untuk peningkatan gedung rumah sakit tipe c, lahan harus benar-benar siap. Lahan yang disiapkan gsm dan dinkes saat ini seluas 2 hektar, tapi kami meminta minimal 3 hektar supaya ada ruang untuk taman dan ruang terbuka hijau,” tambah Keling
Tidak hanya Ketua Komisi III, Anggota Komisi III Agustinus Tului, S.H., M.H juga menegaskan pentingnya kesiapan lahan yang lebih luas. Ia menyoroti hasil observasi teknis yang menunjukkan bahwa pembangunan tidak mungkin dilakukan tahun depan, sehingga perlu fokus pada persiapan lahan.
“hasil observasi teknis membuktikan, pembangunan memang tidak memungkinkan di tahun depan. Artinya, tahun depan kita harus memaksimalkan rumah sakit gsm”ucap Tului
Hadir langsung dalam pertemuan Plt. Direktur Rumah Sakit GSM Drg. Melkior P menyampaikan dukungan penuh terhadap pandangan DPRD. Menurut mereka, target pembangunan memang harus ditetapkan, namun kesiapan lahan adalah prioritas utama.
“dinkes dan rumah sakit berharap pembangunan ini tetap dilakukan di lokasi lama. Karena itu, lahan harus kita siapkan lebih dulu, agar ketika tim survei datang, semuanya sudah siap. Kami setuju dengan usulan komisi III, bahwa kita harus duduk bersama kementerian kesehatan untuk membicarakan hal ini,” kata Melkior
Sementara itu, Kepala UPTD PUPR Mahulu Maternus Hirang yang hadir langsung, menegaskan bahwa pihaknya selalu siap mendukung persiapan teknis, terutama terkait kebutuhan infrastruktur pendukung. Namun, mereka meminta agar tidak terjadi miskomunikasi soal pembagian tanggung jawab.
“yang kami butuhkan adalah titik koordinat yang jelas. Soal BBM, kami selalu siap, tidak ada masalah. Namun, kami minta jangan sampai terjadi miskomunikasi”ujar Mater
Dalam RDP ini menghasilkan kesepahaman bahwa pembangunan Rumah Sakit Tipe C memang penting, tetapi harus melalui perencanaan matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ketua Komisi III menegaskan, DPRD akan terus mengawal agar proyek ini tetap berjalan sesuai koridor.
“Ini proyek strategis nasional, sehingga harus benar-benar kita kejar. Namun jangan sampai terburu-buru. Lebih baik matang dari awal agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” pungkas Hendrikus Keling
Hadir Wakil Ketua II DPRD Mahulu Desiderius Dalung Lasah., Kepala UPTD PUPR Mahulu Maternus Hirang beserta Staf dan Plt. Direktur GSM Drg. Melkior P Beserta Jajaran (DD/PB).


Komentar